Postingan

Untuk apa Undang2 dan Peraturan dibuat?

Hati merupakan makhluk Tuhan yg sangat tersembunyi. Rahasia dan tidak dapat dilihat. Hati diliputi oleh kubu kebal jasad manusia. Hati adalah raja dalam diri manusia. Duduk di singgasana hati daging. Dan istananya manusia itu sendiri. Tapi sayang, manusia jarang yang memperdulikan rajanya sendiri. Padahal raja ini menguasai manusia. Yang memerintah seluruh anggota tubuh yg lahir untuk melakukan kejahatan atau kebaikan. Menentukan selamat di dunia dan akhirat apa tidak. Bagaimana corak hati begitulah corak hidup manusia. Kedamaian dan ketentraman yang terjadi merupakan gambaran hati-hati manusia. Begitu juga huru hara dan maksiat. Hatilah yang menjadi penentunya. Tapi sayang banyak yang tidak memperdulikannya. Yang terfikir adalah bagaimana memperbaiki keadaan dan keluar dari masalah yang sudah terlanjur terjadi dan berharap tidak terjadi lagi atau paling tidak dapat dikurangi yaitu dengan dibuatnya peraturan-peraturan atau undang-undang. Tapi sayang sekali lagi sayang... peraturan tin...

Bocah malang di ujung peron

gk tau jam berapa td malam mata ini bisa lelap. bayangan wajah bocah perempuan itu terbayang terus.. seolah minta pertolongan.. seolah minta diselamatkan.. minta kasih sayang... sore itu, spt biasa aku setia menunggu kereta menuju pondok ranji. agak sepi sore itu.. gk seperti biasanya. tiba2 kulihat seorang laki2 melempar topinya ke arah muka seorang bocah perempuan. Sambil kaget anak itu ketakutan dan langsung menangis.... gk lama kemudian, seorang perempuan yg dari tadi duduk di lantai peron tiba2 bangun dan menampar wajah bocah itu... (mungkin sekitar 4than usianya). makin keras tangis si bocah.. rupanya bocah itu buang air di celananya... sambil marah2 perempuan itu yg mungkin ibunya menarik celana anak itu dan membuangnya. dilapnya bekas buang air anaknya dengan koran.. bukan dengan air.. bukan dengan kasih sayang, kasar sekali! kembali wajah anak itu dipukuli berkali-kali... dan akhirnya... aduh.....! .muncrat cairan merah dari mulut si bocah... meringis aku melihatnya.. dadaku s...

Cerita ku ke Itjut..

kpikiran pengen punya usaha di rumah apa ya...? biar dirintis..pelan2.. mudah2an bisa merangkak..ditekuni... bikin kue kering? seperti mimpiku dari kecil kepengen punya cake & bakery... mungkin krn arfah suka bgt Roti dan kue2 manis.. inget kita sering ke Yummy Bakery? atau kalo nunggu angkot ke karangantu di depan toko kue di calung namanya Toko Batitit.. skarang udah punya pabrik kue...di Royal..tempatnya masih kecil tp pesanannya banyak banget...

Adab Pada Ortu

Tanggung Jawab ibu untuk mengajarkan Anak tentang Adab Anak pada Orang Tua. Yaitu 1. Taat kepada dua ibu bapak dalam semua hal kecuali yang durhaka (maksiat) kepada Allah dan Rasul, itupun hendaklah dengan cara yang lembut. 2. Salam dan cium tangan keduanya pada waktu pagi dan sebelum masuk tidur dan waktu-waktu lain yang munasabah. 3. Doakan keampunan bagi mereka seperti doa ini:Maksudnya: "Ya Allah, ampunilah dosa Kedua ibu bapaku dan kasihanilah mereka sepertimana mereka mengasihaniku sejak kecil dahulu." 4. Tidak masuk ke dalam kamar kedua ibu bapak sebelum mendapat keizinan daripada mereka. 5. Meminta izin dari keduanya apabila hendak keluar rumah. 6. Tidak menjulurkan atau melunjurkan kaki ketika duduk di hadapan keduanya. 7. Tidak tidur atau berbaring, sementara ibu bapak sedang duduk melainkan mendapat ijin. 8. Tidak memotong percakapan mereka. 9. Tidak duduk di tempat yang lebih tinggi atau lebih mulia, sedangkan kedua mereka duduk di bawah atau tempat yang lebih ren...

Mandiri dan Berdikari

Ibu juga bertanggung jawab kepada anak untuk menjadi mandiri dan berdikari. Yaitu; 1. Apabila anak telah dewasa terutama anak laki-laki, hendaklah diajar kaedah mencari sumber pendapatan dan penghidupan sendiri yang halal dan menepati syariat. 2. Apabila anak-anak telah berumur 16 tahun (terutama yang perempuan) hendaklah dicarikan jodoh dan dikawinkan ia.Sabda Rasulullah SAW:"Setelah anak perempuan kamu berumur 16 tahun maka kawinkanlah ia dan ketika itu ayah memegang tangannya sambil berkata: "Anakku, kau telah kudidik, kuajar dan kukawinkan. Semoga aku dilindungi Allah dan bencana karena dirimu di dunia dan di Akhirat." 3. Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. Seorang laki-laki bertanya, "Ya Rasulullah, kepada siapakah saya harus berbakti?" Jawab baginda: "Berbaktilah kepada ibu bapakmu." Kata laki-laki itu lagi, "Ibu bapaku sudah tidak ada lagi." Sabda Nabi SAW: "Kalau begitu berbaktilah kepada anakmu. Ibu bapak berhak terhadap ...

Pendidikan Tambahan Selain di Sekolah

Tanggungjawab ibu akan hal Pendidikan tambahan selain di sekolah: 1. Anak-anak hendaklah dididik dan dilatih menulis dan membaca serta juga memahami Al Quran dan Hadis Rasulullah SAW. Selalu menceritakan sejarah Rasulullah SAW, para rasul lain,para Sahabat dan orang-orang soleh zaman dahulu dan sekarang supaya tertanam pada dirinya kecintaan kepada mereka. 2. Dilarang membaca atau mendengar cerita-cerita atau lagu-lagu yang menggambarkan kisah cinta asyik maksyuk, kisah-kisah khayalan, komik dan kartun dari bahan-bahan bacaan yang tidak berlandaskan syariat karena semuanya itu akan menumbuhkan benih-benih kerosakan di dalam dirinya. 3. Apabila anak-anak telah baligh, ajarlah dia ilmu-ilmu agama dan hukum-hukurn syariat, hikmah dan cerita-cerita tentang mati, Syurga, Neraka, padang Mahsyar, Mizan dan lain-lain. 4. Sabda Rasulullah SAW: "Muliakan anak-anak dengan mengajar mereka adab dan ilmu agama. Barang siapa memuliakan anak anaknya, Allah akan memuliakann...

Ibadah Anak

Ibadah anak adalah tanggung jawab Ibu. 1. Apabila anak sudah bersifat mumaiyiz (sudah dapat membedakan mana yang baik dan benar) seperti adanya sifat malu, hendaklah diperketatkan lagi pengawasan terhadapnya dan dididik melaksanakan hukum syariat. 2. Anak yang sudah mumaiyiz juga wajib dididik soal-soal taharah (bersuci) dengan betul serta dilatih beribadah terutamanya sholat dan puasa. 3. Apabila berumur tujuh tahun hendaklah disuruh sholat dan jika masih lagi meninggalkan sholat sedangkan dia sudah berumur sepuluh tahun pukullah dia sebagai didikan, tetapi jangan sampai mencederakannya.Dari Umar bin Syuaib dari ayahnya dari neneknya berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Suruhlah anak-anakmu sholat ketika umumya tujuh tahun dan pukullah dia karena meninggalkan sholat jika dia telah berumur sepuluh tahun. Dan pisahkan anak laki-laki dan anak-anak perempuan dalam tempat tidur mereka." * dikutip dari "catatan kuliah Abuya"